Semburan Lumpur di Aceh Timur Munculkan Gelembung Gas, Warga Terancam dan Panik

PASEE NEWS

- Redaksi

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:53 WIB

5054 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TIMUR |  Memasuki hari keempat pasca-insiden semburan lumpur akibat pengeboran sumur air di Gampong Meunasah Tingkeum, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, situasi di lokasi justru semakin mengkhawatirkan. Setelah sempat memuntahkan lumpur panas dan gas pekat hingga menutupi halaman Masjid Baitul Idzah sejak Rabu, kini semburan utama memang mulai mereda, namun tekanan bawah tanah menciptakan ancaman baru.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu, 4 Juli 2026, suara gemuruh dari dalam tanah di sekitar lokasi masih terdengar jelas. Tekanan tersebut diduga mencari jalur keluar yang baru dan kini memunculkan gelembung-gelembung air bercampur gas di area persawahan milik warga. Fenomena ini membuat kepanikan di tengah masyarakat semakin bertambah, apalagi gelembung gas muncul di area permukiman padat.

Salah satu warga terdampak langsung adalah Ardi, seorang penjahit yang tinggal hanya tujuh meter dari titik awal semburan dan hanya enam meter dari dapur rumahnya ke area semburan gas baru. “Sejak hari Rabu saat meletus pertama itu, kami langsung evakuasi. Sekarang malah ditambah lagi dengan munculnya gelembung baru di sawah tepat di belakang rumah saya. Bagaimana saya tidak cemas? Kami semua sudah mengosongkan rumah dan terpaksa mengungsi ke rumah orang tua,” ujar Ardi, Sabtu siang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim ahli yang sebelumnya telah turun ke lokasi mendeteksi kandungan gas berbahaya di sekitar lubang semburan. Peringatan keras diberikan agar warga tidak mendekat dan dilarang keras menyalakan api atau merokok di radius aman. Namun, di balik peringatan tersebut, warga mengaku belum merasakan adanya langkah mitigasi atau tindakan nyata dari otoritas terkait.

Hingga hari ini, belum ada upaya teknis untuk menutup lubang semburan atau melokalisir area agar gas dan lumpur tidak menyebar ke permukiman warga. Kondisi ini membuat warga khawatir ancaman bisa meluas kapan saja, sementara mereka sudah harus mengosongkan rumah dan sebagian besar mengungsi demi keselamatan. Warga berharap langkah cepat dan tegas segera diambil pemerintah dan tim terkait untuk mencegah bencana lanjutan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar lokasi pengeboran. (*)

Berita Terkait

AKBP Aris Cai Dwi Susanto Disambut Tradisi Pedang Pora, Resmi Pimpin Polres Aceh Timur
Tokoh Pemerhati Sosial Aceh Timur, Minta SPPG Tetap Harus Dipertahankan Dengan Perbaikan Kualitas Kelayakan ‎
Ketua DPW Fast Respon Counter Polri Nusantara Aceh Apresiasi Kepedulian Sosial Medco kepada Masyarakat Aceh Timur
Polres Aceh Timur Jalani Tes Urine dan Pemeriksaan Ponsel

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:10 WIB

AKBP Aris Cai Dwi Susanto Disambut Tradisi Pedang Pora, Resmi Pimpin Polres Aceh Timur

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Ketua DPW Fast Respon Counter Polri Nusantara Aceh Apresiasi Kepedulian Sosial Medco kepada Masyarakat Aceh Timur

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:32 WIB

Polres Aceh Timur Jalani Tes Urine dan Pemeriksaan Ponsel

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:53 WIB

Semburan Lumpur di Aceh Timur Munculkan Gelembung Gas, Warga Terancam dan Panik

Berita Terbaru